Rabu, 11 Maret 2020

I'RAB

📚 *MATERI 6 : I'RAB* 📚
________________________

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله

1⃣ *Perbedaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab*
Bahasa Indonesia susunan kalimatnya *tetap*. Maka ia tidak membutuhkan I’rab.
Sedangkan Bahasa Arab susunannya lebih *variatif*. Maka ia membutuhkan I’rab.

Misalnya, dalam Bahasa Indonesia kita mengatakan :
AHMAD MAKAN ROTI✅
*susunan kalimat ini tidak boleh diubah-ubah*, karena maknanya akan rancu. Tidak boleh kita ubah menjadi :
ROTI MAKAN AHMAD❌

Adapun dalam Bahasa Arab, terjemahan untuk kalimat AHMAD MAKAN ROTI bisa kita buat bervariasi:
أَحْمَدُ يَأْكُلُ الخُبْزَ✅
يَأْكُلُ الخُبْزَ أَحْمَدُ✅
يَأْكُلُ أَحْمَدُ الخُبْزَ✅
Kita *boleh mengubah-ubah susunan kalimat dalam Bahasa Arab*, selama kita mematuhi aturan I’rab.

Aturan I’rab tersebut insya Allah akan segera kita pelajari di video-video berikutnya.

2⃣ *Pengertian I’rab*
I’rab adalah perubahan *akhiran kata* untuk menunjukan fungsinya di dalam kalimat.
Jenis-jenis I’rab akan dibahas pada materi berikutnya. In sya Allah..

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم

_________________
✒ Tim Nadwa

Sumber : grup wa nadar

ISIM GHAIRU MUNSHARIF

📚 *MATERI 5: ISIM GHAIRU MUNSHARIF* 📚
___________________________________

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله

1⃣ *Isim mu'rab* adalah isim yang bisa berubah *akhirannya*. Seperti,
🍃 جَاءَ زَيْدٌ 
         ( _Zaid telah datang_ )
🍃 رَأَيْتُ زَيْدًا 
         ( _Aku melihat Zaid_ )
🍂 جَاءَ مُسْلِمَانِ
         ( _Dua orang muslim telah datang_ )
🍂 رَأَيْتُ مُسْلِمَيْنِ 
         ( _Aku melihat dua orang muslim_ )
        📍 *Jika kita perhatikan*,
               🔖 Kata زَيْد bisa berubah akhirannya. Yang demikian ini dikarenakan dia adalah *isim mu'rab*.
               🔖 Pun kata مُسْلِمَانِ, bisa berubah akhirannya. Dari yang awalnya adalah alif dan nun menjadi ya' dan nun, مُسْلِمَيْنِ. Yang demikian juga dikarenakan dia adalah *isim mu'rab*.

2⃣ Isim mu'rab ditinjau dari bisa tidaknya dimasuki *tanwin* terbagi menjadi 2, yaitu : *Isim munsharif* dan *Isim ghairu munsharif*.

3⃣ *Isim munsharif* adalah isim yang *bisa* dimasuki tanwin, seperti :
🍃 مُسْلِمٌ ( _Seorang muslim_ )
🍃 كِتَابٌ ( _Buku_ )
🍃 دَرْسٌ ( _Pelajaran_ )
🍃 مَسْجِدٌ ( _Masjid_ )
🍃 قَلَمٌ ( _Pena_ )
🍃 بَيْتٌ ( _Rumah_ )

4⃣ *Isim ghairu munsharif* adalah isim yang *tidak bisa* dimasuki tanwin. Di antara isim ghairu munsharif,
        🌱 *Sebagian isim jamak* :
🍃 مَسَاجِدُ ( _Masjid-masjid_ )
🍃 أَصْدِقَاءُ ( _Para sahabat_ )
🍃 زُمَلَاءُ ( _Teman-teman_ )
        🌱 *Nama muannats*. Nama muannats di sini bisa berupa nama perempuan secara *hakiki*, atau nama yang memiliki *tanda muannats* (yakni diakhiri ta' marbuthah - ة), meskipun bukan nama seorang perempuan. Contoh,
🍃 عَائِشَةُ - زَيْنَبُ - مَرْيَمُ 
                ( _Nama perempuan hakiki_ )
🍃 مُغِيْرَةُ - مُعَاوِيَةُ 
                ( _Nama laki-laki yang berakhiran ta' marbuthah_ )
🍃 مَكَّةُ 
                ( _Nama tempat yang berakhiran ta' marbuthah_ )
        🌱 *Nama ajam* (non-Arab). Contoh,
🍃 إِبْرَاهِيْمُ
🍃 جِبْرِيْلُ
🍃 إِبْلِيْسُ
        🌱 *Nama berwazan fi'il*. Yakni, nama yang memiliki pola/bentuk sebagaimana fi'il. Seperti,
🍃 يَزِيْدُ
🍃 أَحْمَدُ
🍃 أَكْبَرُ

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم

_________________
✒ Tim Nadwa

Sumber : grup wa nadar

ISIM MUTSANNA

📚 *MATERI 4 : ISIM MUTSANNA* 📚

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

1⃣ *Definisi Isim mutsanna* 
Isim mutsanna adalah setiap isim yang menunjukkan *makna dua* ( baik mudzakkar ataupun muannats ) dengan menambahkan *Alif dan nun* atau *ya dan nun* di akhir isim mufrodnya. 

2⃣ *Cara membuat isim mutsanna* : dengan menambahkan *alif dan nun* atau *ya dan nun* pada mufrodnya .

        👉 Contoh untuk isim mudzakkar :
مُسْلِمٌ + ا + نِ = مُسْلِمَانِ
               Atau 
مُسْلِمٌ + يْ + نِ = مُسْلِمَيْنِ

         👉 Contoh untuk isim muannats :

مُسْلِمَةٌ + ا + نِ = مُسْلِمَتَانِ
                Atau 
مُسْلِمَةٌ + يْ + نِ = مسْلِمَتَيْنِ

              📍 *Perhatikan harakat huruf sebelum alif dan ya*❗
                    🌱 Setelah mendapatkan tambahan huruf alif atau ya dan nun, maka ia berharakat *fathah* yg mana asalnya (mufrodnya) di dhammah مُسلِمٌ.
                    🌱 Kemudian huruf *nun-nya* diharokati *kasrah*.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله و صحبه وسلم

_________
✒ Tim Nadwa

Sumber : grup wa nadar

ISIM MUDZAKKAR & MUANNATS

📚 *MATERI 3 : ISIM MUDZAKKAR & MUANNATS* 📚
_______________________________

بسم اللّٰه الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول اللّٰه

1⃣ Isim menurut *jenisnya* terbagi menjadi dua; mudzakkar dan muannats

2⃣ *Mudzakkar* adalah isim yang menunjukkan jenis *laki-laki*. Contoh :
🍃 مُسْلِمٌ (laki-laki muslim)
🍃 بَيْتٌ (rumah)

3⃣ *Muannats* adalah isim yang menunjukkan jenis *perempuan*. Contoh :
🍃 مُسْلِمَةٌ (wanita muslimah)
🍃 مَدْرَسَةٌ (sekolah)

4⃣ Mudzakkar terbagi menjadi dua, 
       🔖 *Mudzakkar haqiqi* (untuk makhluk hidup berakal, yakni : manusia dan tidak berakal, yakni : hewan). Contoh :
🍃 طَالِبٌ (Siswa)
🍃 بَقَرٌ (Sapi jantan)
🍃 أَحْمَدُ (Nama laki-laki)
        🔖 *Mudzakkar majazi* (untuk benda mati). Contoh : 
🍃 مَسْجِدٌ (Masjid)
🍃 تُفَّاحٌ (Apel)
🍃 قَلَمٌ (Pena)
                📍 Benda-benda ini hakikatnya tidak memiliki jenis. Namun, *teranggap mudzakkar*.

5⃣ Muannats terbagi menjadi dua;
       🔖 *Muannats haqiqi* (untuk makhluk hidup berakal, yakni : manusia dan tidak berakal, yakni : hewan). Contoh :
🍃 طَالِبَةٌ (Siswi)
🍃 بَقَرَةٌ (Sapi betina)
🍃 فَاطِمَةُ (Nama perempuan)
       🔖 *Muannats majazi* (untuk tidak berakal). Contoh :
🍃 مَكْتَبَةٌ (Perpustakaan)
🍃 عَيْنٌ (Mata)
🍃 شَمسٌ (Matahari)

6⃣ *Isim yang termasuk muannats*,
       🔖 Isim berakhiran *ta' marbuthah ( ة )*
🍃 سَيَّارَةٌ (Mobil)
       🔖 *Nama perempuan*
🍃 زَيْنَبُ
       🔖 Ada *Alif ta'nits maqsurah (ى)*
🍃 كُبْرَى (Besar)
       🔖 Ada *Alif ta'nits mamdudah (اء)*
🍃 خَضْرَاءُ (Hijau)
       🔖 *Anggota tubuh berpasangan*
🍃 يَدٌ (Tangan)
🍃 أُذُنٌ (Telinga)
       🔖 *Isim muannats lain yg tak bertanda*
🍃 أَرْضٌ (Bumi / Planet)
🍃 كَأْسٌ (Gelas)
              📍Benda-benda ini hakikatnya tidak memiliki jenis. Namun, *teranggap muannats*.

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم

_________________
✒ Tim Nadwa

Sumber : grup wa nadar

ISIM NAKIROH & ISIM MA'RIFAH

📚 MATERI 2 : ISIM NAKIROH & ISIM MA'RIFAH 📚

بسم ﷲ الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاۃ والسلام علی رسول ﷲ

1⃣ Ditinjau dari segi kekhususan/kejelasannya, isim dibagi menjadi dua yaitu isim nakiroh dan isim ma'rifah.

2⃣ Isim nakiroh adalah isim yang menunjukkan makna umum (tidak tertentu)
       Tanda : bertanwin.

       Contohnya,
🍃 مُسْلِمٌ = (orang islam/muslim)
🍃 أَسَدٌ = singa
🍃 كِتَابٌ = buku

       📍 Kata-kata yang disebutkan diatas masih bermakna umum, artinya belum jelas hal yang dimaksud.

3⃣ Isim ma'rifah adalah isim yang menunjukkan makna khusus (tertentu).
       🔖 Diantara tanda isim ma'rifah:
              
         🌱 Termasuk isim dhomir, misal: 
🍃 أنَا = saya
🍃 أَنْتَ = kamu (laki-laki)
🍃 هُوَ = dia (laki-laki)

               
         🌱 Isim 'Alam, yaitu isim yang menunjukkan nama. Misal : 
                      🍃 Nama orang
زَيْدٌ =  si Zaid

                      🍃 Nama malaikat
جِبْرِيْلُ = (malaikat Jibril)

                      🍃 Nama Kota
جَاكَرْتَا = kota Jakarta

          🌱 *Diawali dengan alif lam [ال]*
                      Ketika isim diawali [ال] maka akan terjadi dua perubahan :
                      *1)* Tanwinnya dihilangkan
                      *2)* Maknanya menjadi khusus (ditambah dengan kata "itu")
                      
Contohnya:

🍃 المُسْلِمُ = orang islam _itu_/muslim _itu_
🍃 الأَسَدُ = singa _itu_
🍃 الكِتَابُ = buku _itu_

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

_________________________
✒ Tim Nadwa

Sumber: grup wa nadar

ISIM

MATERI 1 : ISIM
•┈┈┈•✦❅✦•┈┈┈•
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

1⃣ Defenisi Isim
Isim adalah kata yang menunjukkan makna dengan sendirinya dan tidak berkaitan dengan waktu. Kata ini bisa menunjukkan kepada manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, tempat, waktu atau makna lainnya.

2⃣ Isim bisa berupa kata yang berakal/tidak berakal, bisa berupa kata yang berwujud/tidak berwujud. Contoh :
🍃 مُسْلِمٌ  orang Islam/muslim (berakal) =  
🍃 أَسَدٌsinga (tidak berakal) = 
🍃 كِتَابٌbuku (berwujud) = 
🍃 دَرْسٌ pelajaran (tidak berwujud) = 

3⃣ Isim itu tidak berkaitan dengan waktu, maksudnya perubahan waktu tidak mempengaruhi bentuk isim. Misalnya :

🍃 أَمسِ إِخْتِبَارٌ kemarin adalah ujian = 
🍃 الْيَوْمَ إِخْتِبَارٌ hari ini adalah ujian = 
🍃 غَدًا إِخْتِبَارٌ besok adalah ujian = 
Perhatikan❗
Kata إخْتِبَارٌ  tetap dan tidak berubah meskipun ada kata yang menunjukkan keterangan waktu di depannya yaitu kata أَمسِ, الْيَوْمَ, غَدًا .

4⃣ Ciri-ciri Isim
       🔖 Tanwin, ini adalah ciri isim yang paling menonjol.
             Contoh: مُسْلِمٌ، أَسَدٌ، كِتَابٌ
       🔖 Diawali alif dan lam (ال)
        Contoh: الْقَلَمُ، الطَّالِبُ، الْحَقِيْبَةُ
       🔖 Didahului huruf jar
Contoh: 
إِلَى الْمَسْجِدِ  ke masjid itu =  
فِي الْبَيْتِ  di dalam rumah itu = 
Perhatikan فِيْ  danإِلَى  ❗
Keduanya merupakan di antara kata dalam bahasa Arab yang dinamakan huruf jar. Sehingga, kata setelahnya yaitu الْمَسْجِدِ  dan الْبَيْتِ  merupakan isim. 

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله و صحبه وسلم

Sumber : grup wa nahwu dasar

Selasa, 15 Desember 2015

Halaqah 02 | Tauhid Adalah Syarat Mutlak Masuk Surga

🌍 BimbinganIslam.com
Kamis, 14 Shafar 1437 H / 26 November 2015 M
👤 Ustadz 'Abdullāh Roy, MA
📘 Silsilah Belajar Tauhid
🔊 Halaqah 02 | Tauhid Adalah Syarat Mutlak Masuk Surga
⬇ Download Audio: https://goo.gl/PWmS6j
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

TAUHID ADALAH SYARAT MUTLAK MASUK SURGA

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah Belajar Tauhid: "Tauhid Adalah Syarat Mutlak Masuk Ke Dalam Surga".

Saudaraku,

Orang yang menginginkan kabahagiaan di surga maka dia harus memiliki modal yang satu ini, yaitu modal BERTAUHID.

Tidak akan masuk ke dalam surga kecuali orang-orang yang bertauhid meskipun terkadang dia diadzab sebelumnya ke dalam neraka karena dosa yang dia lakukan.                                                                    
Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :

مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَأَنَّ عِيْسَى عَبْدُ الله وَرَسُوْلُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةَ حَقٌّ وَالنَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ الله الجَنَّةُ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ

’’Barang siapa yang bersaksi  bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allāh, tidak ada sekutu bagiNya.
Dan bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hambaNya dan juga RasulNya.

Dan bersaksi bahwasanya 'Īsā adalah hamba Allāh dan juga RasulNya.

Dan kalimatNya yang Allāh tiupkan kepada Maryam dan ruh dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dan bersaksi bahwasanya surga adalah benar dan neraka adalah benar.

Maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan memasukan dia ke dalam surga, sesuai dengan apa yang telah dia amalkan."

(HR Bukhari Muslim)

Dalam hadits yang lain, Nabi  shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ الله قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله يَبْتَغِى بِذَلِكَ وَجْهَ الله

"Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta'āla telah mengharamkan neraka bagi orang yang mengatakan lā ilāha illallāh (tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allāh) yang dia mengharap dengan kalimat tersebut wajah Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

(HR Bukhāri & Muslim)

Ini menunjukkan kepada kita bahwasanya modal utama untuk mendapatkan surga Allāh Subhānahu wa Ta'āla adalah dengan BERTAUHID.

Itulah halaqah yang ke-2 dan sampai berjumpa kembali pada halaqah berikutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين  

Akhūkum,
'Abdullāh Roy

✒Ditranskrip Oleh:
Tim Transkrip BiAS
➖➖➖➖➖➖➖