Tampilkan postingan dengan label nadar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nadar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2020

Nadar : IDHAFAH

📚 *VIDEO 20 : IDHAFAH* 📚
_______________________________

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله

Ketika satu kata kurang bisa menyampaikan maksud kita, sering kita tambahkan kepadanya kata yang lain sebagai penjelas, sehingga menjadi susunan beberapa kata atau dalam Bahasa Arab kita sebut *murakkab* (المُرَكَّب).

Salah satu bentuk murakkab adalah idhafah (الإضافة), yaitu :

نِسْبَةُ اسْمٍ إِلَى اسْمٍ أٓخَرَ
_hubungan/kaitan suatu isim kepada isim yang lain_

Dari pengertian ini kita bisa ambil poin pentingnya, bahwa :

🏕 _*1. Idhafah merupakan susunan dua isim.*_

         ⛱ a. Isim pertama kita sebut *mudhaf* (مضاف), yakni isim yang *disandarkan*, atau yang memerlukan penjelasan.

         ⛱ b. Isim kedua kita sebut *mudhaf ilaih* (مضاف إليه), yakni isim yang menjadi sandaran, atau yang menjadi *pengkhususan/ penjelasan*.

               Misal:
رَسُوْلُ اللهِ
            ( _Utusan Allah_ )

           📍 Kita lihat bahwa kata pertama adalah رسول, maka رسول  adalah *mudhaf*, dan lafadz الله  sebagai *mudhaf ilaih*.  

                 👉🏻 Ketika kita mengatakan رسول kemudian berhenti, maka pendengar masih akan bertanya-tanya, رسول yang mana yang dibicarakan.  Namun dengan kita tambahkan lafadz الله, maka mereka menjadi paham bahwa kita sedang membicarakan Utusan Allah atau Rasul Allah.  

           📍 Kemudian, karena mudhaf telah  mempunyai mudhaf ilaih, atau isim yang menjelaskan, maka *mudhaf tidak boleh bertanwin*.

🏕 _*2. Kedua isim tersebut mempunyai keterkaitan makna secara khusus*_:

        ⛱ a. Menjelaskan *pemilikan/ peruntukan*, atau makna huruf jar *lam* (اللام), misal:

رَسُوْلُ  اللهِ  💡  رَسُوْلٌ لِلهِ
_Utusan Allah_ atau _utusan yang dimiliki oleh Allah_

       ⛱ b. Menjelaskan *jenis*, atau makna huruf jar *min* (مِن), misal :

بَابُ الحَدِيْدِ  💡 بَابٌ مِن الحَدِيْدِ
_Pintu besi_ atau _pintu yang terbuat dari bahan besi._

       ⛱ c. Menjelaskan *waktu atau tempat*, atau makna huruf jar *fi* (في), misal :

طَالِبُ المَعْهَدِ  💡 طَالِبٌ فِي المَعْهَدِ
_Siswa ma’had_ atau _siswa yang belajar di ma’had_

💡 Karena hubungan antara mudhaf dan mudhaf ilaih memiliki makna huruf jar, maka *mudhaf ilaih selalu majrur*.

Semoga bermanfaat.

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم

________________
✒ Tim Nadwa

Nadar : ISIM MAJRUR

📚 *MATERI 19 : ISIM MAJRUR* 📚
______________________________

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله

🔷 *Definisi Jar*
        *Jar* merupakan salah satu diantara 3 macam *I'rob* untuk *isim*. Dimana kalimah ( Bahasa Indonesia : *Kata* ) yang berhukum jar di sebut *majrur*. Dan tanda asli majrur adalah dengan harokat *kasroh*.

🔷 *Kapan isim berhukum jar?*
         Isim wajib berhukum jar salah satu sebabnya adalah bila *didahului oleh huruf -huruf jar*.

🔷 *Apa itu huruf  jar?*
         Huruf jar adalah  huruf yang bila mendahului suatu isim maka isim setelah huruf tersebut menjadi *majrur*. Huruf-huruf tersebut antara lain :
🍃 مِنْ : dari
🍃 إِلَى : ke
🍃 عَنْ : dari, tentang
🍃 عَلَى : di atas
🍃 فِيْ : di dalam
🍃 لِ : milik
🍃 بِ : dengan
🍃 وَ : demi
🍃 تَ : demi
🍃 كَ : seperti
🍃 حَتَّى : sampai
🍃 رُبَّ : betapa banyak

📍 *Kita perhatikan contoh berikut ini* :
🍃 الكِتَابُ   : عَلَى الكِتَابِ
         ( _Di atas buku_ : _Buku_ )
🍃 البَيْتُ    :  في البَيْتِ
         ( _Di dalam rumah_ : _Rumah_ )

           👉🏻 Dari contoh diatas bisa kita bedakan bahwa *isim yang di dahului oleh salah satu huruf jar, maka i'robnya menjadi jar*.

📍 *Contoh yang lain* :
🔖 العِلْمُ *كَالنُّوْرِ*
         ( _Ilmu itu *seperti cahaya*_ )
🔖 السَّاعَۃُ *عَلَی السَّرِيْرِ*
         ( _Jam tangan itu *di atas kasur*_ )

           👉🏻 Dari dua contoh diatas, isim menjadi majrur bila *didahului oleh huruf jar*.

___________________
📌 *CATATAN*
         📍 Penulisan huruf jar yang terdiri dari *satu huruf*, seperti :
بِ، كَ، تَ
                Jika setelahnya adalah isim ber ال, maka penulisan alifnya ( ا ) *bersambung dengan huruf jar*. Seperti,
🍃 بِالْقَلَمِ ( Dibaca : _bilqolami_ )
           ( _Dengan pena_ )
🍃 كَالْنُّوْرِ ( Dibaca : _kannuuri_ )
           ( _Seperti cahaya_ )
🍃 تَاللّٰهِ ( Dibaca : _tallaahi_ )
           ( _Demi Allah_ )
           👉🏻 Di dalam syariat Islam, kita hanya boleh bersumpah dengan nama Allah saja.
       📍 Khusus untuk huruf jar لِ, jika setelahnya adalah isim ber ال, maka *alifnya dihilangkan*. Kemudian, huruf *lam yang tersisa* ditulis *bersambung dengan huruf jar*. Misal,
🍃 لِ + الزَّهْرَاء -> لِلزَّهْرَاءِ
            ( Dibaca : _lizzahro'_ )
            ( _Milik Az-zahro'_ )

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم


_________________
✒ Tim Nadwa

Minggu, 22 Maret 2020

Nadar : MAJRURNYA ISIM

📚 *VIDEO 18 : MAJRURNYA ISIM* 📚
____________________________

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله

*Tanda-tanda Isim Majrur :*

1⃣ Harakat *Kasrah* (ِ-)
       Kasrah merupakan tanda asal isim majrur. Isim-isim yang tanda majrurnya kasrah adalah :
        🔖 *Isim Mufrad*,          misalnya :
🍃 مُحَمَّدٍ
        🔖 *Jama' Taksir*, misalnya :
🍃 رُسُلٍ 
             ( _Para rasul/utusan_ )
        🔖 *Jama' Muannats Salim*, misalnya : 
🍃 مُؤمِنَاتٍ
             ( _Para perempuan yang beriman_ )

2⃣ Huruf *ya'* (ي)
       Isim-isim yang tanda majrurnya huruf ya' (ي) adalah :
        🔖 *Al-Asmaa`ul Khamsah*, misalnya :
🍃 أَخِيْكَ
             ( _Saudara laki-lakimu_ )
        🔖 *Isim Mutsanna*, misalnya :
🍃 وَالِدَيْنِ 
             ( _Kedua orangtua_ )
        🔖 *Jama' Mudzakkar Salim*, misalnya : 
🍃 مُسْلِمِيْنَ 
             ( _Orang-orang yang berislam_ )

3⃣ Harakat *Fathah* (َ-)
       Isim yang tanda majrurnya harakat fathah adalah :
        🔖 Isim *Ghairu Munsharif*, misalnya :
🍃 عَائِشَةَ

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم


_________________
✒ Tim Nadwa

Sabtu, 21 Maret 2020

Nadar : NAIBUL FA'IL

📚 *MATERI 17 : NAIBUL FA'IL* 📚
__________________________________

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله

Seperti halnya dalam Bahasa Indonesia, dalam Bahasa Arab ada kalimat aktif dan kalimat pasif.  

Unsur pembentuk kalimat aktif adalah *fi’il ma’lum* (kata kerja aktif) dan *fa'il*, sedangkan kalimat pasif adalah *fi’il majhul* (kata kerja pasif) dan *naibul fa'il*.

Ketika kita hendak mengubah kalimat aktif menjadi *pasif*, yang kita lakukan adalah :

1⃣ *Menghilangkan fa'ilnya*
        Kalimat pasif digunakan karena kita tidak ingin menunjukkan fa'ilnya, dan sebaliknya lebih menonjolkan maf’ul bih.

         🔖 *Misal pada kalimat* :
🍃 كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ
                ( _Siswa itu telah menulis pelajaran tersebut_ )

                 Yang pertama kita lakukan adalah menghilangkan fa'ilnya, yaitu :  الطالب.

2⃣ *Mengubah fi’ilnya menjadi bentuk majhul* (pasif)
         Fi’il majhul dibentuk dari fi’il muta’adi ( fi’il yang *membutuhkan obyek* ), dengan cara :

            ✏ *Fi’il madhi* :
                    Harakat huruf pertama dijadikan *dhammah*, dan harakat huruf sebelum terakhir *dikasrah*.

              👉🏻 Misal kita ambil contoh kalimat di atas :

🍃 كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ

               Fi’ilnya adalah fi’il madhi : كتب, maka kita ubah fi’il ini dengan cara memberikan harakat *dhamah pada huruf pertama* dan harakat *kasrah pada huruf sebelum terakhirnya*, seperti ini: 
📌 كَتَبَ – كُتِبَ

             ✏ *Fi’il mudhari* :
                      Harakat huruf pertama dijadikan *dhammah*, dan harakat huruf sebelum terakhir dijadikan *fathah*.

              👉🏻 Misal kita ambil contoh kalimat di atas, tetapi kita ganti fi’ilnya dengan yang mudhari.
🍃 يَكْتُبُ الطَّالِبُ الدَّرْسَ
                 ( _Siswa itu sedang menulis pelajaran tersebut_ )

                👉🏻 Fi’ilnya adalah fi’il mudhari : يكتب, maka kita ubah fi’il ini dengan cara memberikan harakat *dhammah pada huruf pertama* dan harakat *fathah pada huruf sebelum terakhirnya*, seperti ini : 
📌 يَكْتُبُ - يُكْتَبُ

3⃣ *Menempatkan maf’ul bih sebagai naibul fa'il, dan mengubahnya menjadi marfu’*

         Karena fa'il yang merupakan unsur pokok kalimat telah dihilangkan, maka perlu disediakan penggantinya, dan inilah yang kita sebut *naibul fa'il* ( ِنَائِبُ الفَاعِل ).

         👉🏻 Naibul fail kita ambil dari *maf’ul bih* yang kita ubah menjadi *marfu’* agar memenuhi syarat sebagai pengganti fa'il.

         👉🏻 Misal pada kalimat di atas :
🍃 كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ

          Maka maf’ul bih الدرس yang semula berharakat akhir fathah sebagai tanda manshubnya, *diubah menjadi marfu’* dengan harakat dhamah sebagai tanda marfu’nya.

💡 Dengan melalui ketiga langkah di atas, telah kita dapatkan kalimat pasif sebagai berikut :

🖌 كُتِبَ الدَّرْسُ
       ( _Pelajaran itu telah ditulis_ )

Atau

🖌 يُكْتَبُ الدَّرْسُ
       ( _Pelajaran itu sedang ditulis_ )


Semoga bermanfaat.⛱⛱

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم


________________
✒ Tim Nadwa

Nadar : MAF'UL BIH

📚 *MATERI 16 : MAF'UL BIH* 📚
______________________________

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله

🔖 *Maf'ul bih* adalah isim yg berperan sebagai   *objek* atau sesuatu yang *dikenai pekerjaan* failnya.

🔖 Hukum Maf'ul bih adalah *manshub dalam i'rob*

        🌱 *Contoh* :
🍃 كَتَبَ الطَّالِبُ *الدَّرْسَ*

                👉🏻 Kata  الدَّرْسَ dalam kalimat diatas berperan sebagai *objek*, atau yang di kenai pekerjaan. Dalam bahasa arab di sebut *Maf'ul bih*.

               📍 Perhatikan *harokat akhir* pada kata  الدَّرْسَ ! 
                      Di sana nampak *huruf akhir kata* tersebut berharakat *fathah*. Dan fathah merupakan salah satu tanda *i'rob* untuk isim yang *manshub*. Dan maf'ul bih itu i'robnya *manshub*.
                 👉🏻 Maka الدَّرْسَ *manshub dengan harokat fathah*.

        🌱 *Contoh yang lain* : 
🍃 حَمِلَ حَامِدٌ *الكِتَابَيْنِ*
             ( _Hamid membawa *dua buku*_ )
              📍 Kita perhatikan kalimat di atas, bahwa yg berkedudukan sebagai *maf'ul bih* adalah kata *الكِتَابَيْنِ*.
                   Karena kata الكِتَابَيْنِ adalah bentuk *mutsanna* (dua) dari kata الكِتَابُ, dan kita tahu bahwa i'rob maf'ul bih itu adalah manshub.
                 👉🏻 Maka الكِتَابَيْنِ *manshubnya dengan huruf ya'*.

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم


_________________
✒ Tim Nadwa

Jumat, 13 Maret 2020

TANDA NASHAB ISIM

📚 *MATERI 15 : TANDA NASHAB ISIM* 📚
________________________________

بسم الله الرحمن الرحيم
ااحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على رسول الله

Kita telah mengetahui bahwa di antara jenis I'rab kata dalam bahasa Arab adalah *Nashab*.

❓ Apa saja *tanda nashab isim*? Berikut perinciannya,
       🔖 *Fathah* ( َ- )
         Ini merupakan *tanda asal* i'rab *Nashab*. Ada pada,
                🌱 *Mufrad*
🍃 مُحَمَّدًا
🍃 عَائِشَةَ
                🌱 *Jamak Taksir*
🍃 رُسُلًا 
                  ( _Para rasul/utusan_ )

       🔖 *Alif* ( ا ). Ada pada,
                🌱 *Al-Asma' Al-Khomsah*
🍃 أَخَاكَ 
                  ( _saudara laki-lakimu_ )

       🔖 *Kasrah* ( ِ- ). Ada pada,
                🌱 *Jamak Muannats Salim*
🍃 مُؤْمِنَاتٍ 
                  ( _para perempuan yang beriman_ )

        🔖 *Ya'* ( ي ). Ada pada,
                 🌱 *Mutsanna*
🍃 وَالِدَيْنِ 
                 ( _orang tua_ )

                 🌱 *Jamak Mudzakkar Salim*
🍃 مُسْلِمِيْنَ
                 ( _Orang-orang yang berislam_ )

_______________________
📌 *Catatan*
       💡 Penulisan *fathatain* ( ً- ) diikuti dengan *alif*. *Kecuali* pada,
               🔖 *ta' marbuthoh* ( ة ), seperti :
🍃 مُسْلِمَةً
                     ( _perempuan yang berislam_ )
🍃 ثَمَرَةً
                     ( _buah_ )
               🔖 dan *hamzah* ( ء ) yang *sebelumnya alif*. Seperti,
🍃 سَمَاءً ( _langit_ )
🍃 إِنْشَاءً ( _esai_ )

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم


__________________
✒ Tim Nadwa

Sumber :grup wa nadar