Tampilkan postingan dengan label panduan lengkap membenahi aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label panduan lengkap membenahi aqidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Maret 2022

Halaqah 02 : Pengertian Syirik

 🌍 BimbinganIslam.Com
📆 Selasa, 08 Jumadil Akhir 1443 H/11 Januari 2022 M
👤 Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As-Sidawi
📗 Kitāb Al-Irsyād ilā Shahīhil I'tīqād (الإرشاد إلى صحيح الإعتيقاد) Panduan Lengkap Membenahi Aqidah - Karya Fadhillatus Syaikh Shālih bin Fauzan  Hafizhahullāh
🔊 Halaqah 02 : Pengertian Syirik

〰〰〰〰〰〰〰

PENGERTIAN SYIRIK


بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العالمين  وبه نستعين على امور الدنيا والدين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمّد وعلى آله وصحبه أجمعين اما بعد


Sahabat BiAS yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Dakwah para rasul seperti yang difirmankan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla:

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ

Dan sungguh Kami telah mengutus setiap umat seorang rasul untuk menyeru, "Beribadahlah kalian kepada Allāh saja dan jauhilah thaghut (sesembahan selain Allāh)."

(QS. An Nahl: 36)

Jadi seluruh nabi dan rasul menyerukan kepada umatnya agar beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Dan tidak cukup hanya itu saja, mereka juga memperingatkan umatnya dari sesembahan-sesembahan selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Kaum muslimin dan muslimat, Sahabat BiAS yang semoga dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Pada kesempatan kali ini kita akan mengkaji:  

▪︎ APA ITU SYIRIK?

Syirik didefinisikan oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam hadītsnya:

أَنْ تَجْعَلَ لِلهِ نِدًّا، وَهُوَ خَلَقَكَ

"Engkau menjadikan tandingan bagi Allāh Subhānahu wa Ta'āla padahal Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang menciptakanmu."

(HR. Bukhari)

Jadi syirik adalah membuat tandingan bagi Allāh Subhānahu wa Ta'āla, mensejajarkan selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal-hal yang merupakan kekhususan bagi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Pengkhususan bagi Allāh Subhānahu wa Ta'āla itu meliputi tiga hal:

⑴ Syirik dalam Rububiyyah.

Jika seorang meyakini bahwa ada selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang bisa menciptakan, memberikan rezeki, menghidupkan atau mematikan maka orang tersebut telah terjatuh dalam lubang kesyirikan (syirik besar). Dan keadaan orang itu lebih sesat, lebih jelek daripada orang-orang kafir dahulu.

Kenapa demikian?

Karena orang-orang kafir dahulu mereka masih menetapkan tauhid rububiyyah. Mereka menetapkan bahwa Allāh yang menciptakan langit dan bumi, Allāh yang memberikan rezeki.

Allāh berfirman:

وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۚ

Jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi?" Mereka akan menjawab, "Allāh Subhānahu wa Ta'āla."

 (QS. Luqman: 25)

⑵ Syirik dalam Uluhiyyah

Yaitu kalau seseorang meyakini bahwa ada selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla yang berhak untuk diibadahi, padahal tidak ada yang berhak untuk kita ibadah kecuali hanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Sebagaimana dalam ayat yang selalu kita baca dalam shalat kita:

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ

"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan."

(QS. Al Fatihah: 5)

Pada: إِيَّاكَ نَعۡبُدُ  , "Hanya kepada Engkau ya Allāh kami beribadah," di situ maf'ul bih (objeknya) didahulukan adalah sebagai bentuk pengkhususan (berfungsi pengkhususan). Jadi, "Hanya kepada Engkau ya Allāh, kami beribadah bukan kepada yang lainnya."

Maka barangsiapa menyerahkan ibadah kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla baik itu doa, menyembelih, tawakal dan lain sebagainya berarti dia telah berbuat syirik. Dan ibadah itu luas sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullāh dalam kitabnya Al Ubudiyyah.

Beliau mengatakan:

اسم جامع لكل مايحبه الله ويرضاه من الاقوال والافعال الظاهره والباطنه

"Ibadah itu adalah mencakup setiap ucapan dan perbuatan yang dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla."

Maka siapapun yang menyerahkan salah satu bentuk ibadah kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla baik kepada malaikat, jin, wali, kuburan, batu, pohon dan lain sebagainya maka berarti dia telah menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

⑶ Syirik dalam Al Asma wa Shifat

Yaitu seseorang mensifatkan sebagian makhluk dengan sebagian sifat-sifat yang khusus bagi Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Contoh: Kalau ada yang meyakini bahwa ada makhluk Allāh yang mengetahui perkara-perkara ghaib. Ada yang meyakini bahwasanya wali Fulan bisa tahu perkara-perkara ghaib, berarti dia telah menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Sebab yang tahu ilmu ghaib hanya Allāh. Ketika seorang menyerahkan atau mensifatkan sifat tersebut kepada selain Allāh berarti dia telah menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

قُلْ لَا يَعْلَمُ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ

Katakan," Tidak ada yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allāh Subhānahu wa Ta'āla."

(QS. An Naml: 65)

Sahabat BiAS yang semoga dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Jadi, syirik adalah kita menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta'āla, mensejajarkan selain Allāh dengan Allāh dengan hal-hal yang khusus bagi Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Baik dalam rububiyyah, uluhiyyah maupun dalam asma wa shifat.

Berdasarkan penelitian para ulama dan pengkajian mereka terhadap dalīl Al Qur'ān dan Sunnah diketahui bahwasanya syirik itu terbagi menjadi dua:

⑴ Syirik Besar (الشرك الأكبر)
⑵ Syirik Kecil (الشرك الأصغر)

• Syirik besar adalah memalingkan suatu bentuk ibadah kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Seperti, seseorang berdoa kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla, mendekatkan diri kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla, menyembelih untuk selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Baik untuk kuburan, untuk jin, syaithan, malaikat, nabi dan lain sebagainya. Ini syirik besar.

Kalau ada orang yang meminta kepada kuburan kesembuhan atau meminta anak atau meminta jabatan maka ini dinamakan syirik besar. Karena tidak ada yang bisa memenuhi hajat seorang hamba kecuali hanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Syirik jenis ini mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikan pelakunya kekal di Neraka. Jika ia meninggal dunia dalam keadaan syirik dan belum bertaubat dari perbuatan syirik tersebut maka dia kafir dan kekal di Neraka selama-lamanya.

• Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan wasilah sarana menuju syirik besar.

Seperti (misalnya) bersumpah dengan selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Karena biasanya orang yang bersumpah dengan selain Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidak bermaksud mensejajarkan selain Allāh dengan Allāh Subhānahu wa Ta'āla secara umum.

Demikian juga kalau ada orang yang mengatakan, "Kehendak Allāh dan kehendaknya," maka ini syirik kecil.

Jadi syirik ada dua macam, syirik besar dan syirik kecil.

Apa perbedaannya?

• Syirik besar mengeluarkan pelakunya dari agama Islam, menjadikan pelakunya kekal di neraka selamanya, menghapus semua amal ibadah kita.

• Syirik kecil tidak mengeluarkan pelakunya dari agama Islam, tidak menjadikan pelakunya kekal di neraka dan tidak menghapus semua amal ibadah yang telah kita lakukan sebelumnya.

In syā Allāh Ta'āla, kita akan melanjutkan pada pertemuan berikutnya.

و صلى الله وسلّم على نبينا محمّد و على آله وصحبه أجمعين


Rabu, 19 Januari 2022

Halaqah 01 : Muqaddimah Kitāb

🌍 BimbinganIslam.Com
📆 Senin, 07 Jumadil Akhir 1443 H/10 Januari 2022 M
👤 Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As-Sidawi 
📗 Kitāb Al-Irsyād ilā Shahīhil I'tīqād (الإرشاد إلى صحيح الإعتيقاد) Panduan Lengkap Membenahi Aqidah - Karya Fadhillatus Syaikh Shālih bin Fauzan Hafizhahullāh
🔊 Halaqah 01 : Muqaddimah Kitāb

〰〰〰〰〰〰〰

*MUQADDIMAH KITĀB*


بسم الله الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على امور الدنيا والدين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين نبينا محمّد وعلى آله وصحبه أجمعين

و من نهتدى بالهوى و تبع فره إلى يوم الدين أما بعد 
 
اللهم إني أسألك علما نافعا، ورزقا طيبا، وعملا متقبلا

_"Ya Allāh, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal shalih yang diterima di sisi-Mu."_

Sahabat BiAS yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Alhamdulillāh kita bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla bisa diberi kemudahan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla menuntut ilmu lewat program online Bimbingan Islam yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita, untuk menguatkan iman, menguatkan ilmu dan menumbuhkan amal shalih bagi kita semuanya.

Sahabat BiAS yang semoga dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Allāh Subhānahu wa Ta'āla menganjurkan kepada kita untuk menuntut ilmu. Demikian juga Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam menganjurkan kepada kita untuk menuntut ilmu, karena ilmu adalah lentera dan cahaya yang mengantarkan kita menuju surga.

Dengan ilmu kita bisa tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana tauhīd dan mana syirik, mana sunnah dan mana bid'ah, mana keta'atan dan mana kemaksiatan.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: 

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

_'"Barangsiapa menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu agama maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan memudahkan baginya jalan menuju surga."_

(Hadīts shahīh riwayat At Tirmidzi nomor 2646)

Oleh karenanya di awal muqaddimah (pertemuan) ini, kami mengingatkan diri kami pribadi dan kepada teman-teman sahabat-sahabat BiAS sekalian, agar kita meraih ilmu yang bermanfaat dari program ini atau program-program yang lainnya.

⑴ Hendaknya kita mengikhlaskan niat kita, meluruskan niat kita dalam menuntut ilmu, karena niat adalah pondasi, niat adalah asas untuk diterimanya amal ibadah kita.

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda: 

إِنَّمَا الْعَمَلُ بِالنِّيَّةِ 

_"Sesungguhnya setiap amalan tergantung kepada niat kita."_

(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 1907)

⑵ Hendaknya kita bersemangat dalam menimba ilmu ini.

Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ, وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ

_"Bersemangatlah kamu melakukan hal-hal yang bermanfaat dan mintalah pertolongan kepada Allah."_

(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 2664)

Kalau kita ingin mendapatkan ilmu maka hendaknya kita bersemangat, tidak boleh bermalas-malasan atau bersantai-santai.
 
لا ينال العلم براحة الجسد

_"Ilmu tidak diraih dengan santai."_

⑶ Hendaknya kita senantiasa memohon kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, berdoa kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Karena ilmu adalah anugerah dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Bukan karena kehebatan kita, bukan karena kejeniusan kita, tapi ilmu semata-mata adalah anugerah atau hadiah dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki kebaikan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla 

Nabi alayhimshalātu wa sallām: 

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

_"Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla maka Allāh akan memudahkan baginya memahami ilmu agama."_

(Muttafaqun 'alaih)

Maka perbanyak doa, terutama di waktu-waktu mustajab. 

Perbanyak doa: 

اللهم إني أسألك علما نافعا

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Dan doa-doa lainnya.

⑷ Hendaknya kita bersabar dalam menuntut ilmu. 

Sabar adalah kunci keberhasilan. Ingat perkataan Nabi Musa 'alayhissalām tatkala beliau belajar kepada Khidir:

سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ صَابِرٗا 

_"In syā Allāh engkau akan dapati aku termasuk orang yang sabar."_

(QS. Al Kahfi: 69)

Maka salah satu kunci agar kita mendapatkan ilmu adalah dengan sabar. 

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla memudahkan bagi kita untuk menuntut ilmu agama. 

Sahabat BiAS yang semoga dirahmati dan diberkahi oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

Ilmu agama ini luas. Ilmu agama ini banyak. Andaikan seluruh hidup kita, kita gunakan untuk menuntut ilmu maka masih banyak ilmu-ilmu yang belum kita pelajari.

Ilmu ini seperti lautan yang tak bertepi dan umur (usia) kita pun terbatas. Oleh karenanya hendaknya bagi seorang hamba memprioritaskan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat, ilmu-ilmu yang menjadi bekal bagi kita untuk (setelah) kematian kita.

Dan ilmu yang paling penting dalam agama kembali kepada tiga;

⑴ Ilmu Aqidah (Ilmu Tauhid)

Bayangkan, Allāh Subhānahu wa Ta'āla saja memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk mempelajari ilmu ini.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ

_"Maka ketahuilah (pelajarilah), bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali hanya Allāh Subhānahu wa Ta'āla."_

(QS. Muhammad: 19)

Kalau Nabi kita Muhammad shallallāhu 'alayhi wa sallam saja diperintahkan oleh Allāh untuk mempelajari kalimat tauhīd Lā ilāha illallāh (لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ), lantas bagaimana dengan yang lainnya?

Maka nikmat yang paling besar yang Allāh Subhānahu wa Ta'āla berikan kepada seorang hamba yaitu mana kala hamba tersebut diberi kemudahan mempelajari tauhīd.

⑵ Ilmu Tentang Fiqih 

Yaitu agar dia bisa beribadah kepada Allāh dengan benar, dia bisa berwudhu, dia bisa shalat, puasa, zakat, nikah, jual beli sesuai dengan panduan agama.

⑶ Ilmu Tentang Akhlak dan Adab

Ilmu ini juga penting agar interaksi dia muamalah dengan manusia sesuai dengan yang diridhai Allāh Subhānahu wa Ta'āla. 

بحبل من الله وحبل من الناس 

_"Seseorang harus menjalin hubungan baik dengan Allāh dan dengan sesama manusia."_

Sahabat BiAS yang semoga dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla 

Kalau kita belajar tauhīd maka harus belajar juga lawannya. Karena tidak sempurna ilmu seseorang tentang sesuatu kecuali apabila mempelajari lawannya juga. Makanya, termasuk hikmah adalah Allāh Subhānahu wa Ta'āla Allāh menjadikan segala sesuatu ada lawannya. Ada siang ada malam, ada manis ada pahit, ada hitam ada putih dan seterusnya. 

Demikian juga, kita tidak mungkin mempelajari atau memahami tauhīd dengan benar, kecuali apabila kita mempelajari lawannya juga yaitu syirik. Kita tidak mungkin mempelajari masalah sunnah dengan baik kecuali apabila kita memahami lawannya yaitu bid'ah. Kita tidak mungkin memahami tentang ketaatan dengan baik kecuali apabila kita mempelajari lawannya yaitu kemaksiatan.  

والضد يظهر حسنه الضد وبضده فتبينوا الشير 

_Dengan kita mempelajari lawannya maka itu akan menjadi jelas suatu perkara._

Oleh karenanya, pada kesempatan yang berbarakah ini dan ke depan, in syā Allāh kita akan mempelajari lawan dari tauhīd yaitu syirik. Dengan harapan agar menjadi pelajaran bagi kita untuk menghindari dan mewaspadainya. Kita belajar tentang syirik bukan untuk kita lakukan tetapi untuk kewaspadaan bagi kita. 

عَرَفْتُ الشَّرِّ لاَ لِلشَّرِّ وَلَكِنْ لِتَوْقِيْهِ وَمَنْ لَمْ يَعْرِفِ الْخَيْرَ مِنَ الشَّرِّ يَقَعُ فِيْهِ 

_"Aku mengenal kejelekan bukan untuk aku lakukan tapi untuk kewaspadaan."_

In syā Allāh kita akan mempelajari mulai pertemuan berikutnya.

وصلى الله و سلم على نبينا محمّد وعلى آله وأصحابه أجمعين 

____________________