Tampilkan postingan dengan label tashmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tashmen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2020

Tashmen : Idgham dan Ibdal

Idgham dan Ibdal


Idgham


idgham adalah menyatukan dua buah huruf sejenis. Maksudnya dua buah huruf hijaiyah yang sama, di mana huruf pertama berharakat Sukun dan huruf keduanya berharakat hidup. Maksudnya huruf pertama bersukun dan huruf keduanya berharakat hidup. Dua buah huruf yang sama ini disatukan menjadi satu huruf yang bertasydid. Tanda tasydid menunjukkan bahwasannya huruf bertasydid Itu adalah huruf yang double. Hurufnya ada dua disatukan inilah al idgham. 


Sebuah fiil mudhoaf semisal برّ  ini bila kita runut asalnya dari kalimah برر maka bisa katakan wazannya adalah فعَل . 


Kemudian يبِرُّ sama dengan يبرر ini berasal dari kalimat dasar kalimatnya adalah يَبْرِرُ . Sehingga kita bisa katakan wazannya adalah يفعِلُ .


Contoh lain kata برًّا sama dengan بررا kita juga bisa mengatakan bahwasanya wazan فعلا


Inilah hukum al idgham. Hukum ini biasa diterapkan dalam mengkaji fi'il fi'il mudhoaf.


Al Ibdal


Adapun hukum yang ketiga yaitu hukum Al ibdal. Al Ibdal adalah menempatkan suatu huruf pada tempat huruf yang lain atau mudah nya adalah mengganti huruf dengan huruf yang lain.


Contoh kalimah بكاءٌ ، asalnya بكايٌ karena adalah masdar daripada بكى - يبكي - بكاء ، yaitu menangis maka itu asal adalah بكايٌ ، mengalami ibdal sehingga menjadi بكاء  wazannya ٌفُعال 


Contoh lain adalah ميزان ، asalnya adalah موزان dan wazannya adalah مِفْعالٌ,  ini hurufnya mengganti yang sebenarnya asli. 



Tashmen : I'lal

I'lal


I'lal itu adalah perubahan yang ada pada huruf Illah, bertujuan untuk meringankan pengucapan sebuah atau pengucapan suatu kalimat. Yang umumnya hukum al i'lal ini biasanya diterapkan dalam kajian tashrif fi'il fi'il mu'tal. Atau dalam pengucapan dan penulisan fi'il-fi'il mu'tal.


Berikut tashrifnya dan hukum al i'lal ini setidaknya ada empat cara: 

  • Pertama adalah al i'lal bit taskin, i'lal dengan cara mensukunkan kan huruf Illah. Kita perhatikan contoh kalimat يبكى ، ini dasar kalimatnya adalah يبكيُ ، kalau kita mengetahui dasarnya cepat, maka kita bisa melihat bahwa wazan يبكيُ adalah يفعِل karena memang يبكيُ dan يفعِل sama-sama pola harakatnya. Kemudian lantaran mengalami i'lal bit taskin di mana ya nya disukunkan maka menjadi يبكى baik dalam penulisan maupun ucapan. Demikian juga يدعو dasar kalimatnya adalah يدعوُ sehingga kita bisa melihat wazannya adalah يععُل 

  • Kedua dari pada hukum al i'lal adalah al i'lal bin naql, yaitu dengan cara memindah atau menukarkan harakat pada huruf Illah yang ada. Contoh يقول dasarnya adalah يقوُل , maka wazannya adalah يععُل  mengalami i'lal bin naql yaitu harokat huruf Kaf yang sebelumnya sukun ditukar dengan harakat huruf wawu yang sebelumnya dhammah menjadi يقول . Contoh lain يزيد ، dasar kalimat nya adalah يزيِد ، sehingga kita bisa melihat bahwa wazannya يفعِل ، mengalami i'lal bin naql menjadi يزيد 

  • Yang ketiga, adalah i'lal Bil hadzf. I'lal dengan membuang huruf illah. Dan contohnya soalnya adalah يثب asalnya adalah يوثب ، maka kita bisa melihat wazannya adalah يفعِل ,huruf illah wawu dihilangkan menjadi يثب . Demikian juga dengan يجد asalnya adalah يوجد wazannya juga يفعِل 

  • Yang keempat, al i'lal bil qalb. Yaitu i'lal dengan mengganti huruf Illah kepada huruf yang lain, huruf illah yang berbeda. Contoh kalimah نام asalnya نوِم maka kita bisa melihat wazannya فعِل ، kalimah  صان yang mana asalnya صوَن ، wazannya فعَل 


Kamis, 26 Maret 2020

Tashmen : Salim Itu

Salim Itu


Kemudian perlu diketahui bilamana kita telah tahu fi'il mu'tal itu ada macam-macam Bina, dan fi'il shahih juga ada yang disebut mahmuz dan mudhoaf. Maka ketahuilah bahwa untuk fi'il mu'tal ada yang berupa mahmuz dan juga berupa mudhoaf sehingga kelompok atau Bina mahmuz dan bina mudhoaf tidak hanya pada kelompok fiil shahih, bahkan Bina mahmuz serta bina mudhoaf ini bisa didapati pada kelompok fi'il mu'tal. 


Kita lihat contoh  kalimat جاء secara huruf illah dikatakan fiil mu'tal karena memang ada huruf alif pada 'ain fiil tapi jangan lupa bahwa kalimat tersebut terkandung huruf hamzah sehingga binanya Bina mahmuz.


Demikian juga dengan رأى juga memiliki huruf illah pada posisi lam fi'il tetapi tidak lupa kita katakan bahwa ia juga  bina mahmuz karena ada huruf hamzah. 


Kemudian bina mudhoaf pun  juga ditemukan untuk kelompok fi'il mu'tal perhatikan kalimah ودّ disamping sebagai fiil mu'tal di mana fa fi'il berupa huruf illah, kita lihat bahwa ain dan lam fiilnya merupakan dua buah huruf yang sama yaitu sama-sama د, maka boleh dikatakan juga fiil bina mudhoaf.


Pada poin ini adalah bahwasanya Bina mahmuz dan mudhoaf tidak khusus ada pada fiil shahih tetapi fi'il mu'tal pun bisa berupa mahmuz dan mudhoaf.  


Adapun fi'il Salim dikatakan Salim adalah bilamana sebuah fi'il itu selamat ushul fi'il tersebut dari huruf illah. Selamat dari huruf illah dan selamat dari huruf hamzah. Inilah yang disebut dengan fi'il Bina Salim. 


Kalau dikatakan fiil bina saalim masuk kelompok fiil shahih itu benar adanya. Tetapi untuk lebih spesifiknya bawasannya fi'il Salim lebih khusus dari fiil shahih. Kenapa?.karena fiil shahih kadang bisa berupa mudhoaf dan  bisa mahmuz tetapi fi'il Salim adalah selamat dari huruf double (huruf sama) dan selamat dari huruf hamzah bahkan harus selamat dari huruf illah, baru dikatakan fiil tersebut berbina salim. Seperti ضرب dan جلس 


Selasa, 24 Maret 2020

Tashmen : Anak Shahih - Mu'tal

Anak Shahih - Mu'tal


Tentang fi'il shahih, fi'il shahih yaitu fi'il yang tanpa huruf illat. Ini dapat ditemukan dengan bentuk Bina mahmuz dan juga dapat ditemukan berupa bentuk bina mudho'af.


Fi'il shahih berbina mahmuz manakala di antara ushulnya ada yang berupa huruf hamzah. Seperti أكل dimana Hamzah ada posisi fa' fi'il.  Atau سأل dimana posisi hamzah pada 'ain fiil atau قزأ dimana Hamzah berposisi pada lam fi'il. 


Maka bilamana ada fi'il ternyata ada Hamzah atau salah satu unsur yang berupa huruf hamzah dan posisi hamzahnya itu baik ada di fa, 'ain atau lam fi'il maka ini disebut dengan fi'il bina mahmuz.


Adapun bina mudho'af adalah bilamana Ain dan lam fi'ilnya sejenis atau merupakan huruf yang sama. Maka semisal مسّ dan فرّ lihat untuk 'ain dan lam fi'ilnya adalah sama. Untuk  مسّ adalah sama-sama س dan untuk فرّ adalah sama-sama huruf ر. Maka inilah fi'il mudhoaf. Jadi fi'il shahih bisa ber Bina mahmuz dan juga bisa berbina mudhoaf.  


Adapun fi'il mu'tal, kuncinya kita udah mengetahui definisi mu'tal itu fi'il kalau ada huruf illat nya baik itu Alif atau waw atau ya. Hanya saja kita perlu tahu perlu tahu, fi'il mu'tal bermacam-macam Bina.  Bagaimana mudahnya? Mudahnya lihat posisi huruf illat. Kalau posisi huruf illat yang ada pada fa fi'il, seperti وعد itu disebut fi'il mu'tal dengan Bina mitsal. Juga يقن maka ya yang merupakan huruf Illah posisinya ada pada fa fi'il, maka ini juga berbina mitsal. 


Lain halnya bila huruf Illah berposisi pada 'ain fi'il seperti قال atau نام. Maka lihat pada 'ain fi'il di situ merupakan ditempati huruf illah, maka Bina untuk kedua fi'il ini merupakan Bina ajwaf. 


Beda lagi dengan fi'il bilamana huruf illahnya berposisi pada lam fi'il seperti سعى dan غزا , maka pada Bina untuk fi'il-fi'il ini disebut dengan Bina Naaqish. 


Mitsal, ajwaf, naaqish kalau huruf illahnya satu. Terus bagaimanakah kalau huruf illahnya 2? Maka fi'il yang terdapat dua buah huruf Illah disebut dengan fi'il mu'tal Bina lafif. Bina lafif terbagi lagi menjadi 2 macam, 

  • Lafif maqrun yaitu fi'il yang huruf illahnya 2 buah, huruf illahnya itu ada pada posisi 'ain dan lam fi'il seperti نوى dan قوي . 

  • Lafif mafruq adalah bilamana dua buah huruf illahnya ini pada posisi fa' dan lam fi'il seperti وقى dan وشى . 


Tashmen : Shahih - mu'tal

Shahih - mu'tal


Ada yang disebut dengan fi'il shahih dan ada juga yang disebut dengan fi'il mu'tal. Pembagian fi'il kepada Shahih dan mu'tal adalah berdasarkan atau melihat kepada huruf-huruf hijaiyah yang menjadi unsur penyusun kalimah fi'il tersebut. 


Kita tahu fa fi'il mana, 'ain fi'il mana, dan lam fi'il mana. Kita akan melihat gambarannya. Kemudian dikatakan fiil shahih ini adalah bilamana ushul fi'il tersebut sama sekali tidak ditemukan huruf illat. Dan dikatakan fi'il mu'tal bilamana diantara usulnya ada yang berupa huruf illat. 


Adapun huruf illat itu sendiri adalah 3 huruf yang masyhur, yaitu Alif (ا), wau (و) dan ya (ي). 


Jadi secara garis besar tinjauan ushul kalimat fi'il ada yang dikatakan fi'il shahih dan ada yang dikatakan fi'il mu'tal. Fi'il shahih adalah fi'il yang tanpa huruf illat. Berarti tidak ada alif, tidak ada waw dan tidak ada ya pada fi'il tersebut. Fi'il mu'tal adalah fi'il yang terdapat huruf Illah di dalamnya,  boleh berupa alif, boleh berupa waw dan boleh berupa ya.