Minggu, 01 November 2026

"Penyalahgunaan Kalimat Haq untuk Kebathilan"

 

Video ini merupakan kajian dari Habib Rizieq Shihab (HRS) yang disiarkan oleh Islamic Brotherhood Television. Kajian ini secara khusus membahas fenomena "Penyalahgunaan Kalimat Haq untuk Kebathilan," yaitu taktik menggunakan ungkapan benar atau dalil agama dengan niat atau logika yang menyesatkan.

Berikut adalah ringkasan poin-poin utama dari kajian tersebut:

  • Persatuan dan Perbedaan Pendapat: HRS membuka kajian dengan apresiasi atas bersatunya berbagai elemen umat Islam (NU, Muhammadiyah, Jamaah Tabligh, dll) di Makkah. Beliau menegaskan bahwa perbedaan pendapat sebesar apa pun tidak akan menyebabkan perpecahan jika disikapi dengan dada lapang dan dialog yang beradab [04:19].

  • Ancaman Musuh Islam Sepanjang Zaman: Merujuk pada surat As-Saff, Allah memperingatkan bahwa musuh Islam akan terus berusaha "memadamkan cahaya Allah" dengan lisan dan tulisan mereka. Namun, Allah berjanji akan senantiasa menyempurnakan dan memenangkan ajaran Islam [12:31].

  • Dua Jenis "Ungkapan Beracun" (Ibaratun Masmumah):

    1. Penyalahgunaan Kalimat Haq (Ayat/Dalil) untuk Tujuan Batil:

      • HRS mencontohkan sejarah kaum Khawarij yang menggunakan ayat Innal hukmu illa lillah (Hukum itu hanya milik Allah) untuk memberontak kepada Sayyidina Ali dan Muawiyah [19:08].

      • Contoh masa kini: Menggunakan ayat Innallaha ghafurur rahim (Allah Maha Pengampun) sebagai pembenaran untuk terus berbuat maksiat dan menunda tobat [20:42].

      • Menjadikan dalil La ikraha fiddin (Tidak ada paksaan dalam agama) atau hadis tentang "Allah melihat hati" sebagai alasan wanita muslimah menolak kewajiban berjilbab [27:37].

    2. Ungkapan Berbisa yang Mengandalkan Logika Sesat (Ghazwul Fikri):

      • Logika anti-syariat: Menolak penerapan syariat Islam dengan alasan "masyarakatnya masih rusak, perbaiki dulu masyarakatnya baru terapkan syariat." Padahal, tujuan syariat diturunkan adalah untuk memperbaiki masyarakat [46:03].

      • Logika dalam Pilkada/Pemilu: Menggiring opini "Lebih baik pemimpin kafir yang jujur daripada pemimpin muslim yang korup" yang perbandingannya tidak seimbang (tidak apple-to-apple). Ulama harus tegas menyarankan agar memilih pemimpin muslim yang jujur, amanah, dan taat beribadah [50:09].

      • Logika pemisahan Ulama dari Politik: Menyebarkan narasi bahwa "Ulama itu suci, politik itu kotor, maka ulama jangan ikut politik." HRS membantah ini dengan menegaskan politik itu ibarat pisau; jika dipandu oleh syariat dan iman, justru bisa mencegah kekuasaan dikontrol penjahat [53:12].

  • Peringatan Terhadap Bahaya Ateisme dan Liberalisme: HRS menceritakan kasus-kasus memprihatinkan di mana kaum terpelajar agama (seorang hafidzah lulusan sarjana Al-Qur'an dan cucu kiai yang menjadi dokter) akhirnya melepas jilbab dan menghina mukjizat Isra Mi'raj serta merendahkan Al-Qur'an di media sosial [58:12]. Ini menekankan pentingnya membentengi generasi muda umat Islam dari perang pemikiran dan virus liberal.

Makna murni dari tauhid dan larangan keras terhadap perbuatan syirik

 

Video ini merupakan kajian "Syarah Kitab Tauhid" yang disampaikan oleh Ustadz Maududi Abdullah, Lc. Pembahasan utamanya berfokus pada makna murni dari tauhid (Laa ilaaha illallah) dan larangan keras terhadap perbuatan syirik (menyekutukan Allah).

Berikut adalah ringkasan poin-poin penting dari kajian tersebut:

  • Makna Sempurna Laa Ilaaha Illallah: Kalimat tauhid ini mewajibkan dua hal yang tidak bisa dipisahkan: pertama, beribadah semata-mata hanya kepada Allah; kedua, sama sekali tidak beribadah atau meminta kepada selain Allah.

  • Batalnya Ibadah karena Syirik: Seseorang yang rajin shalat, puasa, berhaji, dan bersedekah, namun masih menggunakan jimat, pergi ke dukun, atau meyakini pawang hujan memiliki kesaktian, berarti ibadahnya rusak [12:13]. Ia belum mengamalkan tauhid secara sempurna karena menduakan Allah.

  • Larangan Menjadikan Tandingan (Surah Al-Baqarah 21-22): Allah menegaskan bahwa Dialah satu-satunya yang menciptakan manusia, menghamparkan bumi, menurunkan hujan, dan memberikan rezeki. Oleh karena itu, Allah melarang keras manusia menjadikan Andaad (tandingan atau sekutu) bagi-Nya [25:51].

  • Dua Bentuk Menyekutukan Allah:

    1. Mengangkat makhluk setara dengan Allah: Ini adalah bentuk syirik yang paling umum. Contohnya meyakini keris, cincin, dukun, wali, tokoh sakti, atau jin memiliki kemampuan gaib untuk melancarkan rezeki atau menolak bala dan kematian [32:52].

    2. Menurunkan Allah setara dengan makhluk: Bentuk yang lebih jarang terjadi, contohnya seperti kaum Yahudi yang mengklaim bahwa Allah merasa lelah setelah menciptakan alam semesta sehingga butuh istirahat di hari ketujuh [44:00].

  • Penyesalan Penduduk Neraka: Di akhirat, orang-orang yang berbuat syirik akan sangat menyesal. Mereka mengakui kesesatannya karena sewaktu di dunia telah menyamakan derajat makhluk (seperti benda atau manusia yang mereka agungkan) dengan Allah, Rabbul 'Alamin [53:26].

  • Pentingnya Dakwah Tauhid: Memperingatkan bahaya syirik bukanlah bentuk kebencian, melainkan bentuk kasih sayang. Para pendakwah terus menyampaikan kebenaran ini agar kaum muslimin terhindar dari perbuatan syirik dan bisa masuk surga, melanjutkan misi yang dibawa oleh seluruh Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW.

Selasa, 12 Agustus 2025

Surah Al-Baqarah (bagian 5)

 

- أخبرنا محمد بن عبدالعزيز المروزي قال: أخبرنا محمد بن الحسين الحدادي قال: أخبرنا أبو يزيد أخبرنا إسحاق بن إبراهيم قال: أخبرنا عمرو عن أسباط عن السدي: ﴿إن الذين آمنوا والذين هادوا﴾ الآية. قال: نزلت في أصحاب سلمان الفارسي، لما قدم سلمان على رسول الله ﷺ جعل يخبر عن عبادتهم واجتهادهم وقال: يا رسول الله، كانوا يصلون ويصومون ويؤمنون بك ويشهدون أنك تبعث نبيًّا. فلما فرغ سلمان من ثنائه عليهم قال رسول الله ﷺ : يا سلمان، هم من أهل النار، فأنزل الله ﴿إن الذين آمنوا والذين هادوا﴾، وتلا إلى قوله: ﴿ولا هم يحزنون﴾.

2 - أخبرنا محمد بن أحمد بن جعفر قال: أخبرنا محمد بن عبدالله بن زكرياء قال: أخبرنا محمد بن عبدالرحمن الدغولي قال: أخبرنا أبو بكر بن أبي خيثمة قال: حدثنا عمرو بن حماد قال: حدثنا أسباط عن السدي عن أبي مالك، عن أبي صالح، عن ابن عباس، وعن مرة عن ابن مسعود،

1- أخرجه ابن جرير (٢٥٤/١) وابن أبي حاتم (لباب القول: ٢٠) من طريق عمرو بن حماد به. وقواه الحافظ ابن حجر (العجاب: ورقة (١١) ولعله لتعدد طرقه، وإلا فهو ضعيف الإسناد ومعضل، وذلك لضعف أسباط (تهذيب التهذيب: ٥٣/١ - رقم: ٣٦٢) (ديوان الضعفاء للذهبي: ١٦ - رقم: ٣٠٦)، وانقطاع السند بين السدي وزمنا القصة. وقد ضعف هذا السند الإمام ابن جرير في تفسيره (جامع البيان: ١٢١/١) وانظر مقدمة تحقيق السيد صفر لهذا الكتاب (٢٩).

2- يقال في هذه الرواية ما قيل فيما قبلها، ويشهد للروايات السابقة: ما أخرجه ابن أبي حاتم (تفسير ابن كثير: 103/1) والعدني في مسنده (لباب القول: 19) عن مجاهد نحوه مختصرًا وصححه الحافظ ابن حجر (العجاب: ورقة (11) وليس هو بصحيح للانقطاع بين ابن أبي نجيح ومجاهد (تهذيب التهذيب: ٩٤/٥) بالإضافة إلى أنه لم يذكر سلمان رضي الله عنه فيمن لقيهم مجاهد (تهذيب التهذيب: ٤٢/١٠) (الجرح والتعديل لابن أبي حاتم: ٣١٩/٨ - رقم: ١٤٦٩)، فالإسناد منقطع، وبانضمام هذه الروايات إلى بعضها تتقوى وتصل لدرجة الحسن، لا الصحة، والله أعلم.

Terjemahan Bahasa Indonesia:

1 - Muhammad bin Abdul Aziz Al-Marwazi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Al-Husain Al-Haddadi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Yazid mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, dia berkata: Amr mengabarkan kepada kami dari Asbath dari As-Suddi: Ayat ﴿Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi﴾. Dia berkata: Ayat ini turun mengenai para sahabat Salman Al-Farisi. Ketika Salman datang kepada Rasulullah ﷺ, dia mulai menceritakan tentang ibadah dan kesungguhan mereka, dia berkata: "Wahai Rasulullah, mereka dulu salat, puasa, dan beriman kepadamu serta bersaksi bahwa Engkau diutus sebagai nabi." Ketika Salman selesai memuji mereka, Rasulullah ﷺ bersabda: "Wahai Salman, mereka termasuk penghuni neraka." Maka Allah menurunkan ayat: ﴿Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi﴾, dan dia membacanya hingga firman-Nya: ﴿dan tidak (pula) mereka bersedih hati﴾.

2 - Muhammad bin Ahmad bin Ja'far mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Abdullah bin Zakariya mengabarkan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Abdurrahman Ad-Daghuli mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Bakr bin Abi Khaytsamah menceritakan kepada kami, dia berkata: Amr bin Hammad menceritakan kepada kami, dia berkata: Asbath menceritakan kepada kami dari As-Suddi dari Abu Malik, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, dan dari Murrah dari Ibnu Mas'ud,

1- Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir (254/1) dan Ibnu Abi Hatim (Lubaab al-Qaul: 20) dari jalur Amr bin Hammad. Al-Hafizh Ibnu Hajar menguatkannya (Al-I'jab: lembar 11), dan mungkin karena banyaknya jalurnya, jika tidak, sanadnya lemah dan mu'dhal (gugur dari tengah), dan itu karena lemahnya Asbath (Tahdzib at-Tahdzib: 53/1 - no: 362) (Diwan adh-Dhu'afaa oleh Adz-Dzahabi: 16 - no: 306), dan terputusnya sanad antara As-Suddi dan masa kejadian. Imam Ibnu Jarir sendiri melemahkan sanad ini dalam tafsirnya (Jami' al-Bayan: 121/1) dan lihat mukaddimah tahqiq Sayyid Shafar untuk kitab ini (29).

2- Dikatakan dalam riwayat ini apa yang dikatakan pada riwayat sebelumnya, dan dikuatkan oleh riwayat-riwayat sebelumnya: apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim (Tafsir Ibnu Katsir: 103/1) dan Al-'Adani dalam musnadnya (Lubaab al-Qaul: 19) dari Mujahid yang serupa dengan ringkasan, dan Al-Hafizh Ibnu Hajar mensahihkannya (Al-I'jab: lembar 11) dan itu tidak sahih karena terputusnya sanad antara Ibnu Abi Najih dan Mujahid (Tahdzib at-Tahdzib: 94/5) selain itu, Mujahid tidak menyebutkan Salman radhiyallahu anhu di antara orang-orang yang dia temui (Tahdzib at-Tahdzib: 42/10) (Al-Jarh wa at-Ta'dil oleh Ibnu Abi Hatim: 319/8 - no: 1469), maka sanadnya terputus, dan dengan bergabungnya riwayat-riwayat ini, ia menjadi kuat dan mencapai derajat Hasan, bukan Sahih, dan Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Senin, 11 Agustus 2025

Surah Al-Baqarah (bagian 4)

 

ألهة المشركين، فقال: ﴿وَإِن يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا﴾ وذكر كيد فجعله كبيت العنكبوت، فقالوا: أرأيت حيث ذكر الله الذباب والعنكبوت فيما أنزل من القرآن على محمد، أي شيء يصنع بهذا؟ فأنزل الله هذه الآية.

1- قوله تعالى: ﴿أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ﴾ قال ابن عباس في رواية الكلبي عن أبي صالح بالإسناد الذي ذكر: نزلت في يهود أهل المدينة، كان الرجل منهم يقول لصهره ولذوي قرابته وبينهم وبينه رضاع من الـ لمين: اثبت على الدين الذي أنت عليه وما يأمرك به وهذا الرجل يعنون محمدًا ﷺ فإن أمره حق، فكانوا يأمرون الناس بذلك ولا يفعلونه.

2- قوله تعالى: ﴿وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ﴾ عند أكثر أهل العلم أن هذه الآية خطاب لأهل الكتاب، وهو مع ذلك أدب لجميع العباد. وقال بعضهم: رجع بهذا الخطاب إلى خطاب المسلمين والقول الأول أظهر.

3- قوله تعالى: ﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا﴾ الآية. أخبرنا أحمد بن محمد بن أحمد الحافظ قال: أخبرنا عبدالله بن محمد بن جعفر الحافظ قال: حدثنا أبو يحيى الرازي قال: حدثنا سهل بن عثمان العسكري قال: حدثنا يحيى بن أبي زائدة قال: قال قال ابن جريج عن عبدالله بن كثير، عن مجاهد قال: لما قص سلمان على النبي ﷺ قصة أصحاب الدير قال: وهم في النار، قال سلمان: فأظلمت علي الأرض فنزلت: ﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا﴾ إلى قوله: ﴿يَحْزَنُونَ﴾ قال: فكأنما كشف عني جبل.

1- قد تقدم أن هذا إسناد هالك (ص: 20) ويعني عنه ما أخرجه عبد بن حميد (فتح القدير: 79/1) (العجاب في بيان الأسباب لابن حجر: ورقة 10 ب) عن قتادة أنها نزلت في أهل الكتاب. وهو مرسل صحيح الإسناد.

2- صححه الحافظ ابن حجر في «العجاب» (ورقة (11) ولعله لتعمد طرقه، وإلا فإن فيه تدليس ابن جريج وقد عنن (روى الحديث بصيغة عن)، ويشهد له الرواية القادمة.

Terjemahan Bahasa Indonesia:

Tuhan-tuhan orang musyrik, lalu Dia berfirman: ﴿Dan jika lalat mengambil sesuatu dari mereka﴾, dan Dia menyebutkan tipu daya dan menjadikannya seperti sarang laba-laba, lalu mereka berkata: "Bagaimana pendapatmu tentang Allah menyebutkan lalat dan laba-laba dalam Al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad? Apa yang bisa dilakukan dengan ini?" Maka Allah menurunkan ayat ini.

1- Firman Allah Ta'ala: ﴿Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan﴾. Ibnu Abbas berkata dalam riwayat Al-Kalbi dari Abu Shalih dengan sanad yang disebutkan: Ayat ini turun mengenai orang-orang Yahudi di Madinah. Salah satu dari mereka berkata kepada menantu dan kerabatnya, dan antara mereka ada hubungan sepersusuan, yaitu: "Tetaplah pada agama yang kamu anut dan apa yang diperintahkan oleh orang ini, yaitu Muhammad ﷺ, karena perintahnya adalah kebenaran." Mereka menyuruh orang lain melakukan itu, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya.

2- Firman Allah Ta'ala: ﴿Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat﴾. Menurut sebagian besar ulama, ayat ini adalah khitob (perintah) untuk Ahli Kitab, meskipun demikian, ini adalah adab untuk semua hamba. Sebagian ulama berkata: Khitob ini kembali kepada kaum Muslimin, dan pendapat yang pertama lebih jelas.

3- Firman Allah Ta'ala: ﴿Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi﴾ hingga akhir ayat. Ahmad bin Muhammad bin Ahmad Al-Hafizh mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Muhammad bin Ja'far Al-Hafizh mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Yahya Ar-Razi menceritakan kepada kami, dia berkata: Sahl bin Utsman Al-Askari menceritakan kepada kami, dia berkata: Yahya bin Abi Zaidah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ibnu Juraij berkata dari Abdullah bin Katsir, dari Mujahid, dia berkata: Ketika Salman menceritakan kepada Nabi ﷺ kisah Ashhab Ad-Dair (para penghuni biara), dia berkata: "Mereka berada di neraka." Salman berkata: "Bumi menjadi gelap bagiku." Maka turunlah ayat: ﴿Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi﴾ sampai firman-Nya: ﴿mereka tidak bersedih hati﴾. Dia berkata: "Seolah-olah sebuah gunung telah disingkirkan dariku."

1- Telah disebutkan sebelumnya bahwa sanad ini rusak (halaman 20) dan yang dimaksud adalah apa yang diriwayatkan oleh Abd bin Humaid (Fath al-Qadir: 79/1) (Al-'Ijab fi Bayan al-Asbab oleh Ibnu Hajar: lembar 10 b) dari Qatadah bahwa ayat ini turun mengenai Ahli Kitab. Dan ini adalah mursal sahih sanadnya.

2- Al-Hafizh Ibnu Hajar mensahihkannya dalam "Al-I'jab" (lembar 11), dan mungkin karena disengaja sanadnya, karena di dalamnya terdapat tadlis (penyamaran sanad) dari Ibnu Juraij, dan riwayat yang akan datang menguatkannya.

Sabtu, 09 Agustus 2025

Surah Al-Baqarah (bagian 3)

 

هذه الآية نازلة في المؤمنين وذلك أن الله تعالى لما ذكر جزاء الكافرين بقوله: ﴿النار التي وقودها الناس والحجارة﴾ ذكر جزاء المؤمنين.

1- قوله تعالى: ﴿إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلًا﴾ قال ابن عباس: ﴿26﴾ في رواية أبي صالح: لما ضرب الله سبحانه هذين المثالين للمنافقين يعني ﴿17﴾ قوله: ﴿مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا﴾ وقوله: ﴿أَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاءِ﴾ ﴿19﴾ قالوا: الله أجل وأعلى من أن يضرب الأمثال. فأنزل الله هذه الآية. وقال الحسن وقتادة: لما ذكر الله الذباب والعنكبوت في كتاب وضرب للمشركين به المثل، ضحكت اليهود وقالوا: ما يشبه هذا كلام الله. فأنزل الله هذه الآية.

2- أخبرنا أحمد بن عبدالله بن إسحاق الحافظ في كتابه قال: أخبرنا سليمان بن أيوب الطبراني قال: حدثنا بكر بن سهل قال: حدثنا عبدالعزيز بن سعيد، عن موسى بن عبدالرحمن، عن ابن جريج، عن عطاء، عن ابن عباس في قوله: ﴿إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلًا﴾ قال: وذلك أن الله ذكر

1- وقد علمت فيما سبق أن أبا صالح ضعيف، فهذه الرواية ضعيفة. (راجع ص 20). 2- هذا إسناد ضعيف جدًا، لضعف عبدالعزيز بن سعيد - وفي نسخة أحمد صفر: عبدالعزيز بن سعيد - (لباب النقول: 9) وموسى بن عبدالرحمن (ميزان الاعتدال: 211/4)، وعنعنة ابن جريج وهو مدلس (تهذيب التهذيب: 404/6)، 405)، لكن معناه صحيح، وهو أصح مما قبله، فقد أخرج ابن جرير (138/1) وابن أبي حاتم وابن المنذر وعبد بن حميد (فتح القدير: 58/1) عن قتادة بإسناد صحيح قال: لما ذكر الله العنكبوت والذباب، قال المشركون: ما بال العنكبوت والذباب يذكران؟ فأنزل الله الآية، وهذا مرسل أصح من المسند، وشهد له 1- ما أخرجه ابن جرير أيضًا (138/1) من طريق آخر عن قتادة نحوه بإسناد صحيح. 2- ما أخرجه ابن أبي حاتم عن الحسن نحوه (لباب النقول: 19).

Terjemahan Bahasa Indonesia:

Ayat ini turun untuk kaum Mukmin. Yaitu, ketika Allah Ta'ala menyebutkan balasan bagi orang-orang kafir dengan firman-Nya: ﴿Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu﴾, lalu Dia menyebutkan balasan bagi kaum Mukmin.

1- Firman Allah Ta'ala: ﴿Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan﴾. Ibnu Abbas berkata: ﴿26﴾ dalam riwayat Abu Shalih: Ketika Allah Subhanallahu Ta'ala membuat dua perumpamaan ini untuk kaum munafik, yaitu ﴿17﴾ firman-Nya: ﴿Perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api﴾ dan firman-Nya: ﴿Atau seperti hujan lebat dari langit﴾ ﴿19﴾ mereka berkata: Allah lebih agung dan lebih tinggi untuk membuat perumpamaan. Maka Allah menurunkan ayat ini. Al-Hasan dan Qatadah berkata: Ketika Allah menyebutkan lalat dan laba-laba dalam kitab-Nya dan membuat perumpamaan dengannya untuk orang-orang musyrik, orang-orang Yahudi tertawa dan berkata: "Ini tidak mirip dengan firman Allah." Maka Allah menurunkan ayat ini.

2- Ahmad bin Abdullah bin Ishaq Al-Hafizh mengabarkan kepada kami dalam kitabnya, dia berkata: Sulaiman bin Ayyub Ath-Thabarani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Bakr bin Sahl menceritakan kepada kami, dia berkata: Abdul Aziz bin Sa'id menceritakan kepada kami, dari Musa bin Abdurrahman, dari Ibnu Juraij, dari 'Atha', dari Ibnu Abbas tentang firman-Nya: ﴿Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan﴾, dia berkata: Itu karena Allah menyebutkan...

1- Saya telah mengetahui sebelumnya bahwa Abu Shalih adalah perawi yang lemah, maka riwayat ini juga lemah. (Lihat halaman 20). 2- Sanad ini sangat lemah, karena lemahnya Abdul Aziz bin Sa'id - dalam salinan Ahmad nol: Abdul Aziz bin Sa'id - (Lubaab an-Nuqul: 9) dan Musa bin Abdurrahman (Mizan al-I'tidal: 211/4), dan Ibnu Juraij adalah seorang mudallis (penyembunyi sanad) (Tahdzib at-Tahdzib: 404/6, 405), tetapi maknanya sahih, dan itu lebih sahih dari yang sebelumnya. Ibnu Jarir telah meriwayatkannya (138/1) dan Ibnu Abi Hatim serta Ibnu al-Mundzir dan Abd bin Humaid (Fath al-Qadir: 58/1) dari Qatadah dengan sanad yang sahih, dia berkata: Ketika Allah menyebutkan laba-laba dan lalat, orang-orang musyrik berkata: "Mengapa laba-laba dan lalat disebutkan?" Maka Allah menurunkan ayat ini, dan ini adalah mursal yang lebih sahih dari musnad, dan dikuatkan oleh: 1- Apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir juga (138/1) dari jalur lain dari Qatadah dengan sanad yang sahih. 2- Apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Al-Hasan yang serupa dengannya (Lubaab an-Nuqul: 19).

Surah Al-Baqarah (bagian 2)

 

Teks Arab:

  قوله تعالى: ﴿وإذا لقوا الذين آمنوا﴾ أخبرنا شبيبة بن محمد حدثنا علي بن محمد بن قرة حدثنا أحمد بن محمد بن نصر حدثنا يوسف بن بلال حدثنا محمد بن مروان عن الكلبي عن أبي صالح عن ابن عباس: نزلت هذه الآية في عبدالله بن أبي وأصحابه، وذلك أنهم خرجوا ذات يوم فاستقبلهم نفر من أصحاب رسول الله ﷺ ، فقال عبدالله بن أبي: انظروا كيف أرد هؤلاء السفهاء عنكم؟ فذهب فأخذ بيد أبي بكر، فقال: مرحباً بالصديق سيد بني تيم، وشيخ الإسلام، وثاني رسول الله في الغار، الباذل نفسه وماله؛ ثم أخذ بيد عمر فقال: مرحباً بسيد بني عدي بن كعب، الفاروق القوي في دين الله، الباذل نفسه وماله لرسول الله؛ ثم أخذ بيد علي فقال: مرحباً بابن عم رسول الله وختنه، سيد بني هاشم ما خلا رسول الله، ثم افترقوا، فقال عبدالله لأصحابه: كيف رأيتموني فعلت؟ فإذا رأيتموهم فافعلوا كما فعلت، فأثنوا عليه خيراً، فرجع المسلمون إلى رسول الله ﷺ وأخبروه بذلك، فأنزل الله هذه الآية.

قوله تعالى: ﴿يا أيها الناس اعبدوا ربكم﴾ أخبرنا سعيد بن محمد بن أحمد الزاهد قال: أخبرنا أبو علي بن أحمد الفقيه قال: أخبرنا أبو تراب الميهستاني قال: حدثنا عبدالرحمن بن بشر قال: حدثنا روح قال: حدثنا شعبة عن سفيان الثوري عن الأعمش عن إبراهيم عن علقمة قال: كل شيء نزل فيه: ﴿يا أيها الناس﴾ فهو مكي و ﴿يا أيها الذين آمنوا﴾ فهو مدني يعني أن يا أيها الناس خطاب أهل مكة ويا أيها الذين آمنوا خطاب أهل المدينة قوله: ﴿يا أيها الناس اعبدوا ربكم﴾ خطاب لمشركي مكة إلى قوله: ﴿وبشر الذين آمنوا﴾.

Terjemahan Bahasa Indonesia: Firman Allah Ta'ala: "Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman" Syaibah bin Muhammad mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ali bin Muhammad bin Qurrah menceritakan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Muhammad bin Nashr menceritakan kepada kami, dia berkata: Yusuf bin Bilal menceritakan kepada kami, dia berkata: Muhammad bin Marwan menceritakan kepada kami, dari Al-Kalbi, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas: "Ayat ini turun mengenai Abdullah bin Ubay dan para sahabatnya. Suatu hari mereka keluar, lalu beberapa orang dari para sahabat Rasulullah ﷺ bertemu dengan mereka. Maka Abdullah bin Ubay berkata: "Lihatlah bagaimana aku akan mengusir orang-orang bodoh ini darimu?" Lalu dia pergi dan menggandeng tangan Abu Bakar, dia berkata: "Selamat datang, wahai As-Shiddiq, tuan dari Bani Taim, Syaikhul Islam, dan orang kedua bersama Rasulullah di dalam gua, yang mengorbankan jiwa dan hartanya." Kemudian dia menggandeng tangan Umar, lalu berkata: "Selamat datang, wahai tuan dari Bani Adi bin Ka'ab, Al-Faruq yang kuat dalam agama Allah, yang mengorbankan jiwa dan hartanya untuk Rasulullah." Kemudian dia menggandeng tangan Ali, lalu berkata: "Selamat datang, wahai sepupu Rasulullah dan menantunya, tuan Bani Hasyim selain Rasulullah." Kemudian mereka berpisah. Abdullah berkata kepada teman-temannya: "Bagaimana kalian melihat apa yang aku lakukan? Apabila kalian bertemu mereka, lakukanlah seperti apa yang aku lakukan, maka mereka akan memujimu dengan kebaikan." Kemudian kaum muslimin kembali kepada Rasulullah ﷺ dan memberitahukan hal itu kepadanya. Maka Allah menurunkan ayat ini.

Firman Allah Ta'ala: "Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu" Sa'id bin Muhammad bin Ahmad Az-Zahid mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Ali bin Ahmad Al-Faqih mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Turab Al-Mihistani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdurrahman bin Bisyr menceritakan kepada kami, dia berkata: Rauh menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami, dari Sufyan Ats-Tsauri, dari Al-A'masy, dari Ibrahim, dari Alqamah, dia berkata: "Setiap ayat yang dimulai dengan: 'Wahai manusia' adalah Makkiyah, dan 'Wahai orang-orang yang beriman' adalah Madaniyah." Maksudnya, 'Wahai manusia' adalah khitab (seruan) untuk penduduk Mekah, dan 'Wahai orang-orang yang beriman' adalah khitab untuk penduduk Madinah. Firman-Nya: "Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu" adalah khitab untuk orang-orang musyrik Mekah hingga firman-Nya: "Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman".

Jumat, 08 Agustus 2025

Surah Al-Baqarah (bagian 1)

 

سورة البقرة Surah Al-Baqarah

Teks Arab: مدنية بلا خلاف Terjemahan: Madaniyah tanpa perselisihan.


Paragraf 1 أخبرنا أحمد بن محمد بن إبراهيم قال: أخبرنا عبدالله بن حامد قال: أخبرنا أحمد بن محمد بن يوسف قال: حدثنا يعقوب بن سفيان الصغير قال: حدثنا يعقوب بن سفيان الكبير قال: حدثنا هشام بن عمار قال: حدثنا الوليد بن مسلم قال: حدثنا شعيب بن زريق، عن عطاء الخراساني، عن عكرمة قال: أول سورة أنزلت بالمدينة سورة البقرة. Terjemahan: Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abdullah bin Hamid mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ahmad bin Muhammad bin Yusuf mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ya'qub bin Sufyan Ash-Shaghir menceritakan kepada kami, dia berkata: Ya'qub bin Sufyan Al-Kabir menceritakan kepada kami, dia berkata: Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami, dia berkata: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'aib bin Zuraiq menceritakan kepada kami, dari Atha' Al-Khurasani, dari Ikrimah, dia berkata: "Surah pertama yang diturunkan di Madinah adalah Surah Al-Baqarah."


Paragraf 2 قوله عز وجل: ﴿الم﴾ ﴿ذلك الكتاب﴾ أخبرنا أبو عثمان الثقفي (٢) ١، الزعفراني قال: أخبرنا أبو عمرو بن مطر قال: أخبرنا جعفر بن محمد بن الليث قال: أخبرنا أبو حذيفة قال: حدثنا شبل عن ابن أبي نجيح، عن مجاهد قال: أربع آيات من أول هذه السورة نزلت في المؤمنين، وآيتان بعدها نزلتا في الكافرين، وثلاث عشرة بعدها نزلت في المنافقين. Terjemahan: Firman Allah 'Azza wa Jalla: "Alif Lam Mim. Kitab (Al-Qur'an) ini". Abu Utsman Ats-Tsaqafi (2) Az-Za'farani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Amr bin Mathar mengabarkan kepada kami, dia berkata: Ja'far bin Muhammad bin Al-Laits mengabarkan kepada kami, dia berkata: Abu Hudzaifah mengabarkan kepada kami, dia berkata: Syibl menceritakan kepada kami, dari Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, dia berkata: "Empat ayat dari awal surah ini turun untuk orang-orang mukmin, dua ayat setelahnya turun untuk orang-orang kafir, dan tiga belas ayat setelahnya turun untuk orang-orang munafik."


Paragraf 3 وقوله: ﴿إن الذين كفروا﴾ قال الضحاك: نزلت في أبي جهل (٣) و ٥ من أهل بيته، وقال الكلبي: يعني اليهود. Terjemahan: Dan firman-Nya: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir". Adh-Dhahhak berkata: "Ayat ini turun mengenai Abu Jahal (3) dan lima orang dari keluarganya." Sedangkan Al-Kalbi berkata: "Yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi."


Catatan Kaki ١. إسناده منقطع لعدم سماع ابن أبي نجيح من مجاهد. (تهذيب التهذيب: ٥٤/٩). Terjemahan: Sanadnya terputus karena Ibnu Abi Najih tidak mendengar langsung dari Mujahid. (Tahdzibul Tahdzib: 9/54). ٢. أخرج ابن إسحاق، ومن طريقه ابن جرير (٨٤/١)، عن ابن عباس رضي الله عنهما أن صدر سورة البقرة إلى المائة منها نزل في رجال سماهم بأعيانهم وأنسابهم من أحبار يهود، ومن المنافقين من الأوس والخزرج. وإسناد ابن إسحاق حسن. Terjemahan: Ibnu Ishaq meriwayatkannya, dan melalui jalurnya, Ibnu Jarir (1/84) meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa awal Surah Al-Baqarah hingga seratus ayat darinya turun tentang orang-orang yang disebutkan nama dan nasabnya secara khusus dari para pendeta Yahudi, dan dari kaum munafik dari suku Aus dan Khazraj. Sanad Ibnu Ishaq ini hasan (baik).