ودلالات ناطقة، ودحض به حجج الملحدين، ورد به كيد الكائدين، وأيد به الإسلام والدين، فلمع منهاجه، وثقب سراجَه، وشملت بركته، ولمعت حكمته على خاتم الرسالة، والصادع بالدلالة، الهادي للأمة، الكاشف للغمة، الناطق بالحكمة، المبعوث بالرحمة، فرفع أعلام الحق، وأحيا معالم الصدق، ودمغ الكذب ومحا آثاره، وقمع الشرك وهدم مناره، ولم يزل يعارض ببيناته أباطيل المشركين حتى مهد الدين، وأظهر شبه الملحدين، صلى الله عليه صلاة لا ينتهي أمدها، ولا ينقطع مددها، وعلى آله وأصحابه الذين هداهم وطهرهم، وبصحبته خصهم وأثرهم، وسلم كثيرًا.
...dan bukti-bukti yang berbicara, dengannya ditepis argumen orang-orang ateis, dibalas makar para pembuat makar, dan diperkuat Islam dan agama. Maka, terangnya jalannya, bersinarnya cahayanya, dan meluas keberkahannya. Hikmahnya bersinar melalui penutup risalah (kenabian), yang menjelaskan dengan bukti, yang memberi petunjuk kepada umat, yang menyingkap kesedihan, yang berbicara dengan hikmah, yang diutus dengan rahmat. Maka, dia menegakkan bendera kebenaran, menghidupkan kembali petunjuk kejujuran, menghancurkan kebohongan dan menghapus jejak-jejaknya, menindas kemusyrikan dan merobohkan menaranya. Dan dia terus menerus membantah kebatilan orang-orang musyrik dengan bukti-buktinya hingga mengokohkan agama dan menampakkan kekeliruan orang-orang ateis. Semoga Allah melimpahkan salawat kepadanya, salawat yang tak ada akhirnya dan tak terputus kelanjutannya, serta kepada keluarga dan para sahabatnya yang telah diberi petunjuk dan disucikan-Nya, dan yang Dia muliakan dan utamakan dengan bersahabat dengannya. Dan (semoga Allah memberikan) keselamatan yang banyak.
وبعد هذا فإن علوم القرآن غزيرة، وضروبها جمة كثيرة، يقصر عنها القول وإن كان بالغًا، وتتقلص عنها ذيله وإن كان سابقًا، وقد سبقت لي والله الحمد مجموعات تشتمل على أكثرها، وتنطوي على غررها، وفيها من لام الوقوف عليها مقنع وبلاغ، وعما عداها من جميع المصنفات غنى وفراغ، لاشتمالها على عطرها متحقّقًا، وتأديته إلى متأمله متسقا، غير أن الرغبات اليوم عن علوم القرآن صادقة كاذبة فيها، قد عجزت قوى العلام عن تلافيها، فآل الأمر بنا إلى إفادة المبتدئين بعلوم الكتاب، إيماء ما أنزل فيه من الأسباب، إذ هي أوفى ما يجب الوقوف عليها، وأولى ما تصرف العناية إليها، لامتناع معرفة تفسير الآية وقصد سبيلها، دون الوقوف على قصصها وبيان نزولها. ولا يحلّ القول في أسباب نزول الكتاب، إلا بالرواية والسماع ممن شاهدوا التنزيل، ووقفوا على الأسباب، وبحثوا عن علمها وجدّوا في الطلاب، وقد ورد الشرع بالوعيد للجاهل ذي العثار في العلم بالنار.
Dan setelah itu, sesungguhnya ilmu-ilmu Al-Qur'an itu banyak dan macamnya pun sangat beragam. Perkataan tidak cukup untuk menjelaskannya meskipun sudah maksimal, dan upaya-upaya pun berkurang meskipun sudah maju. Dan sungguh, dengan pujian kepada Allah, aku telah memiliki kumpulan-kumpulan yang mencakup sebagian besar ilmu Al-Qur'an dan mengandung intisarinya. Di dalamnya terdapat hal-hal yang memuaskan dan mencukupi bagi orang yang mempelajarinya. Dan dari semua karya tulis selain itu, ia telah mencukupi dan mengosongkan (dari yang lain), karena mencakup hakikat intisarinya dan menyampaikannya secara teratur kepada orang yang merenungkannya. Akan tetapi, minat pada ilmu-ilmu Al-Qur'an saat ini tidak tulus (bercampur aduk), di dalamnya terdapat ketidakmampuan para ulama untuk menanggulanginya. Maka, masalah ini mengarah kepada kita untuk memberikan manfaat kepada para pemula dalam ilmu-ilmu Kitab (Al-Qur'an) dengan menunjukkan sebab-sebab turunnya ayat, karena itu adalah yang paling penting untuk dipahami dan yang paling utama untuk dicurahkan perhatian, karena tidak mungkin memahami tafsir suatu ayat dan jalannya tanpa mengetahui kisah-kisah dan sebab-sebab turunnya. Tidak diperbolehkan berbicara tentang sebab-sebab turunnya Al-Qur'an kecuali dengan riwayat dan mendengar dari orang-orang yang menyaksikan turunnya, yang mengetahui sebab-sebabnya, dan yang telah mencari ilmunya dengan sungguh-sungguh dari para murid. Sungguh, syariat telah memberikan ancaman kepada orang bodoh yang tersandung dalam ilmu dengan neraka.
أَخْبَرَنَا أَبُو إِبْرَاهِيمَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْوَاعِظُ، قَالَ: أَخْبَرَنَا أَبُو الْحَسَنِ مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ حَامِدٍ الْعَطَّارُ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَبْدِ الْجَبَّارِ، قَالَ: حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ حَمَّادٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عَبْدِ الأَعْلَى، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «اتَّقُوا الْحَدِيثَ عَنِّي إِلَّا مَا عَلِمْتُمْ».
Abu Ibrahim Ismail bin Ibrahim Al-Wa'izh mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abul Hasan Muhammad bin Ahmad bin Hamid Al-Attar mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ahmad bin Al-Hasan bin Abdil Jabbar menceritakan kepada kami, ia berkata: Laits bin Hammad menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu Awanah menceritakan kepada kami, dari Abdul A'la, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Hindarilah berbicara atas namaku kecuali apa yang kalian ketahui."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar